Do I Make You Proud?
Ya, buat Binusian angkatan pertama ini bukan sebuah kalimat yang asing lagi.
Ini judul lagu yang akan dinyanyikan besok waktu graduation dan ini dinyanyikan untuk orang tua kita....
Dari dulu gw emang suka lagu ini dan kebetulan graduation kali ini kita disuruh nyanyi lagu ini tapi ada sesuatu yang beda ternyata. Ketika latihan gw mulai mikir, pernah gak sih gw banggain orang tua gw? Dan jawabannya tidak...
(Oh iya sebelum lanjut, postingan ini emang full isi curhat, kalo kalian males baca, that's ok ^^ just close it aja...)
Selama latihan waktu awal, gw cman memikirkan hal ini di dalam kepala doang tapi hari ini... Tadi pagi tepatnya waktu latihan terakhir graduation. Gw baru tau besok ada session dimana bakal dibagiin penghargaan buat mereka yang berprestasi. Tepat disaat itu, gw terdiam sejenak. Ternyata, gw gak bisa banggain bonyok besok, gw merasa gak enak sama bonyok gw...
Selama hidup gw, gw gak pernah berprestasi dalam kategori untuk individual. Tentu gw bangga punya temen" yang hebat yang berprestasi itu dimana mereka bisa buat orang tua mereka bangga. Iri? Jujur aja, iya gw iri sama mereka tapi gw menghargai mereka, dah begitu banyak usaha mereka untuk mendapatkan semua itu.
Selain itu juga, gw paling gak enak kalo temen" bokap lagi ngumpul n cerita" banggain anaknya, rasanya I wanna hug my dad and tell him "I'm sorry dad"
Beberapa orang bilang, gw lulus pun udah bisa bikin mereka bangga. Tapi gw rasa gak, buat bonyok gw lulus itu hal yang biasa. Saat terima hasil UN, mood gw emg langsung drop, gw kecewa sama nilai gw dan begitu beratnya mulut gw untuk ucapkan, "Mom, Dad, aku lulus UN" karena disaat gw berkata itu, mereka bakal tanya, "Terus nilainya?" tentu disaat gw kasih tau nilainya, muka mereka jadi gak enak.
Bukan kali ini doang gw gagal banggain mereka. Gw daftar di beberapa univ ternama dan ternyata gw gagal lagi, padahal pengharapan mereka begitu besar, meskipun mereka bilang gpp, gw tau banget dari muka mereka dan nada perkataan mereka kalo sebenernya mereka kecewa.
Sampai hari ini gw cman bisa jadi beban buat mereka.
Semasa SD gw bikin masalah doang di sekolah.
SMP juga bikin masalah sampe dapet SP dari sekolah.
Hingga sekarang juga, pake duit seenaknya buat beli ini itu untuk kepuasan sendiri padahal mereka dah kerja keras buat gw sampe sejauh ini.....
Mana kelas 12 kali ini harus keluar duit buat year book dan prom lagi.
Anak macam apa gw....
Gw gak mau kek gini lagi, gw mau bikin mereka bangga dan merasa selama ini mereka gak sia-sia....
"Mom, Dad, please wait. Tahan sedikit lagi. Tunggu aku kuliah dan kerja. Aku bakal berusaha sebaik mungkin buat bikin kalian bangga, gak usah lagi cape-cape kerja dan stress. This is my promise, I will make you happy no matter what.
Mom & Dad, I'm sorry and I love you, please wait....."
Do I Make You Proud?
Unimportant Message
Thank you for those who visited my blog...
Gw tau ini pesan gak jelas bgt tapi cuman pengen kasih tau aja, blog akan mulai di update lagi sesudah UAN or Cambridge 'A' Level exam kalo gw tunda haha...
Selain itu cuman mau kasih tau, emang bener beberapa post disini byk yang gak jelas haha tapi please have a time to read over postingan gw yang dulu-dulu...
I hope you'll get something from what I wrote there...
Disana gw bagi-bagi firman, pendapat tentang suatu hal dll...
Owh yeah, stories or posts without sources itu berarti buat gw sendiri dan cerpen yang ada disana gw kasih judul "Persoalan Hidupku" di post "Cerpen Buat Tugas BI xD hahaha" itu apa yang gw alami sendiri. Mungkin kedengaran seperti curhat haha tapi itu adalah apa yang gw alami n rasakan...
GBU all... Don't forget to leave comments =P If you have something to tell, such as critics or any inputs, don't hesitate to tell me or message me... Thx
"The Story of The Pencil" by Paulo Coelho
Mungkin beberapa orang bakal rada males baca...
Tapi entah kenapa gw pengen banget bagiin cerita yang gw baca, bener-bener diberkati gw =)
Please, sediakan sedikit waktu aja buat baca ini...
Semoga ini bermanfaat buat semuanya and don't forget to share this to others =)
The Story of The Pencil
A boy was watching his grandmother write a letter. At one point he asked:
‘Are you writing a story about what we’ve done? Is it a story about me?’
His grandmother stopped writing her letter and said to her grandson: ‘I am writing about you, actually, but more important than the words is the pencil I’m using. I hope you will be like this pencil when you grow up.’
Intrigued, the boy looked at the pencil. It didn’t seem very special.
‘But it’s just like any other pencil I’ve ever seen!’
‘That depends on how you look at things. It has five qualities which, if you manage to hang on them, will make you a person who is always at peace with the world.’
‘First quality: you are capable of great things, but you must never forget that there is a hand guiding your steps. We call that hand God, and He always guides us according to His will.’
‘Second quality: now and then, I have to stop writing and use a sharpener. That makes the pencil suffer a little, but afterwards, he’s much sharper. So you, too, must learn to bear certain pains and sorrows, because they will make you a better person.
‘Third quality: the pencil always allows us to use an eraser to rub out any mistakes. This means that correcting something we did is not necessarily a bad thing; it helps to keep us on the road to justice.’
‘Fourth quality: what really matters in a pencil is not its wooden exterior, but the graphite inside. So always pay attention to what is happening inside you.’
‘Finally, the pencil’s fifth quality: it always leaves a mark. in just the same way, you should know that everything you do in life will leave a mark, so try to be conscious of that in your every action’
Source: Like the Flowing River by Paulo Coelho